selalu mata ku melihat kebencian
dalam sepanjang jalan
yang bertaburan di dalam lukisan
mengubur semua kenangan
tak pernah berfikir ini anugrah
tak terbayang ini sebuah bencana
ini bukan cerita dalam kertas
melainkan air mata dalam sebuah gelas
yang terbendung dalam sebuah ruangan
yang melawan tabir dalam sebuah impian
tak terlepas dalam goresan kisah hidup
yang menaungi cerita malam yang kelam
cermin mentari datang tak berarti
semua tlah pergi….
melainkan berhenti sejenak
tersembunyi dalam benak….
tempat ku berdiri…
menjadi saksi…
hidupku kini….
yang tak pernah mati..
yang akan ku raih apa
yang ku ingin milki itu anugrah ku
yang ku impikan itu keyataanku yang ku nanti di sini….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar